(+62-61) 662 8088

primakawasan@ptppk.co.id

Kunjungan Konsulat Jenderal Republik Tiongkok ke Kuala Tanjung Perkuat Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis

Kuala Tanjung, 07 April 2026 – Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok melakukan kunjungan resmi ke Kawasan Industri Kuala Tanjung Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral serta menjajaki peluang kerja sama strategis di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri.

Kunjungan ini mencakup peninjauan langsung ke Pelabuhan Kuala Tanjung yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal serta Kawasan Industri Kuala Tanjung yang berada di bawah pengelolaan PT Prima Pengembangan Kawasan. Kedua entitas ini merupakan bagian dari Pelindo Grup yang berperan dalam pengembangan ekosistem logistic dan industry integrasi di wilayah tersebut. Rombongan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok dipimpin oleh Huang He selaku Konsul Jenderal, didampingi oleh Li Hongwei selaku Konsul, serta Jiang Jiawen selaku Wakil Konsul.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Sutanto selaku Pit. Direktur PT Prima Pengembangan Kawasan beserta jajaran, Wahyudi MH selaku Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal beserta jajaran, Indri Gunawan selaku GM Pelindo I Cabang Kuala Tanjung. Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah daerah yaitu Antoni Ritonga selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batu Bara, Murdi Simangungsong selaku Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batu Bara dan Hardiman Sihombing selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Batu Bara.

Dalam rangkaian kegiatan, rombongan menerima paparan komprehensif terkait perkembangan infrastruktur Pelabuhan, kesiapan fasilitas penunjang logistik, serta rencana pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan system rantai pasok nasional dan global. Selain itu, dilakukan pula sesi diskusi interaktif yang membahas peluang kolaborasi investasi, potensi pengembangan industri berbasis ekspor, serta sinergi dalam mendukung peningkatan konektivitas perdagangan internasional.

Huang He dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kuala Tanjung memiliki posisi strategis dalam peta perdagangan global, khususnya di Kawasan Asia Tenggara. “Kami melihat potensi besar Kuala Tanjung sebagai hub logistik dan industri yang terintegrasi. Infrastruktur yang terus berkembang menjadi daya tarik bagi investor Tiongkok untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sutanto menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap Kawasan Industri Kuala Tanjung. “Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan kawasan industri yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang investasi baru yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah,” ungkapnya.

Dari sisi operasional pelabuhan, Wahyudi MH menegaskan kesiapan Pelabuhan Kuala Tanjung dalam mendukung arus logistik global. “Pelabuhan Kuala Tanjung terus kami tingkatkan kapasitas dan kualitas layanannya guna mendukung efisiensi logistik nasional. Kami optimistis kerja sama dengan mitra internasional akan semakin memperkuat posisi pelabuhan ini sebagai salah satu gerbang utama perdagangan internasional,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Indri Gunawan menambahkan bahwa pengembangan kawasan Kuala Tanjung memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Pengembangan pelabuhan dan Kawasan Industri di Kuala Tanjung diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” tuturnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam pengembangan kawasan industri dan logistik yang terintegrasi. Dengan dukungan berbagai pihak, Kuala Tanjung diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing global.