Jakarta, 20 April 2026 – PT Pelabuhan Indonesia bersama entitas anak dan mitra strategis terus memperkuat komitmen dalam pengembangan ekosistem logistic nasional dan internasional melalui penyelenggaraan Rapat Progress Program Prioritas Pengembangan Ekosistem Kuala Tanjung pada senin (20/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong optimalisasi Kawasan Industri Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul penting dalam jaringan logistic nasional yang terhubung dengan perdangangan internasional.
Rapat dihadiri oleh Drajat Sulistyo selaku Wakil Direktur PT Pelabuhan Indonesia, Farid Padang selaku Direktur Komersial (secara daring), serta Prasetyo selaku Direktur Pengembangan Usaha (secara daring). Hadir pula Joko Noerhudha selaku Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, serta Rima Novianti selaku Direktur Strategi dan Komersial Pelindo Terminal Petikemas (secara daring). Turut hadir Sutanto selaku Pelaksana Tugas Direktur PT Prima Pengembangan Kawasan, serta Rudi Susanto selaku Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, bersama perwakilan dari SKHA Consulting, Umbra Strategic Advisory, dan Sucofindo.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara komprehensif perkembangan program prioritas yang mencakup pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung yang saat ini masih berada pada tahap pembangunan infrastruktur, serta penguatan peran Pelabuhan Kuala Tanjung dalam mendukung konektivitas logistik nasional dan internasional. Pembahasan meliputi progres implementasi, penyelarasan strategi antar entitas, serta identifikasi langkah-langkah percepatan guna memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung aktivitas logistik skala besar di masa mendatang.
Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung diarahkan untuk menjadi kawasan industri terintegrasi berbasis pelabuhan (port-based industrial estate) yang terkoneksi langsung dengan jalur pelayaran internasional. Dengan posisi geografis yang strategis, kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan secara bertahap sebagai bagian dari rantai logistik internasional, khususnya dalam mendukung arus perdagangan di kawasan Asia dan sekitamya.
Lebih lanjut, integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan diharapkan mampu menciptakan efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya tarik investasi. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong transformasi PT Pelabuhan Indonesia sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi yang berdaya saing global.
“Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ekosistem logistik nasional. Meskipun saat ini masih dalam tahap pembangunan infrastruktur, kami optimistis kawasan ini ke depan akan berkembang menjadi salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di tingkat nasional dan terhubung dengan jaringan logistik internasional,” ujar Drajat Sulistyo.
Ke depan, PT Pelabuhan Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan akselerasi implementasi program strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah barat Indonesia, serta meningkatkan daya saing logistik nasional secara berkelanjutan.











